Kawasaki Ninja 250R Modifikasi R6 Streetfighter

Yamaha R6, apa yang terlintas di pikiran sahabat ACR ketika mendengar merk motor tersebut? yap.! Motor sport dari produsen Yamaha berkubikai 600cc 4 silinder. Namun apa jadinya jika Kawasaki Ninja 250R dimodifikasi menjadi Yamaha R6? Eiit.. tapi bukan model sport bike, tapi model streetfighter, wah? R6 Streetfighter? gimana tuh?

Seperti gambar dibawah ini, sebuah karya garapan workshop D’fect Project yang menggarap Kawasaki Ninja 250R menjadi Yamaha R6 Streetfighter, namun modifikasi ini semua termasuk PnP alias tinggal pasang. Berikut Penampakannya

 

Foto Samping
Terlihat jelas ciri Baca lebih lanjut

Ninja 250R Double Exhaust

Kali ini ACR mau bahas motor tunggangan milik bos ACR di tempat kerja nih, namanya Pak Dedy. Beliau membeli motor ini pada tahun 2010, dimana Ninja lagi anget-angetnya. Pas lagi jam kosong, ACR liat Pak Dedy lagi nyiram di halaman, mumpung lagi gak sibuk, ACR minta ijin untuk liput motor milik beliau di blog ACR ini. Naah, Ninja ini diberi sedikit sentuhan modifikasi, seperti Speedometer Koso RX2 , frame slider dan double exhaust. Ini nih yang menarik, Ninja 250R pake double exhaust, layaknya moge, walaupun gak semua moge sih, hehe.

 

ACR bahas dari segi penampilan, sekilas Baca lebih lanjut

Apa jadinya jika Kawasaki membuat motor seperti ini.?

Iseng-iseng browsing lihat gambar-gambar kawasaki, ACR jadi gatel dan pengen ngedit foto-foto ini. Pertama ACR lihat ER6F, desainnya kok terkesan cupu?

Gambar

Terutama pada sektor body belakang jika terlihat dari samping. ACR pun mengira-ngira dan akhirnya memadukan dengan buntut Ninja 250Fi. Sudah jadi keren ni. Sekarang kok jadi bagian stangnya yang jadi ketinggian? Lalu ACR crop dan merendahkan posisi stang ala motor sport tulen. Waduuuh.. sekarang kok malah fairing depannya yang jadi kayak alien?! ACR pun kehabisan akal dan mencoba satu persatu fairing depan motor sport, dan pilihan ACR jatuh kepada Ninja 250Fi lagi 😀 tapi diberi sedikit peyesuaian agar posisinya tidak terlalu tinggi ataupun rendah.

Setelah merapikan bagian-bagian yang kurang rapi, kini ACR memberi sedikit pemanis berupa upside down, ini ACR comot dari foto Ducati 1199 Panigale dan sedikit di"ceper"in agar tidak terlihat tinggi pada bagian depannya. Setelah dilihat-lihat lagi bagian bawahnya kok jadi hampa ya? ACR memadukan dengan Undercowl milik Yamaha R6 yang sedikit dicustom. Dan sentuhan terakhir adalah kenalpot kolong milik Ducati 848 Evo. Dan diberi perpaduan warna hijau gelap dan hitam, Wiiih,, jadi sangar banget ni motor, Entah motor apa namanya, ER6F kok bisa jadi gini?

Gambar

ihat ada yang aneh di foto? iya! Footstep belakangnya dobel, jadi bisa bonceng 3 ala cabe-cabean. wkwkwkwkw. Ini belum ACR rapiin. Maunya nanti sekalian coba aplikasiin arm yang lebih kekar. Enaknya motor ini jadi berapa kubikasinya ya? 400cc 2 silinder? 500cc 4 silinder, 1000cc V-twin? atau tetep 650cc 2 silinder? Monggo dikritik.

 

Melihat secara dekat Kawasaki Ninja 250RR Mono

Cerita ini berawal ketika ACR ingin berangkat untuk ujian praktek olah raga di lapangan Lumintang di Denpasar. Saat berangkat, ACR iseng nengok ke arah dealer Kawasaki di dekat rumah ACR, sontak ACR kanget melihar sosok yang sedang hangat dibincang di duma, ya.! sesuai judul, ACR melihat Kawasaki Ninja 250RR mono terparkir di halaman dealer, karena saat itu buru-buru, jadi ACR lanjutkan perjalanan. Namun saat perjalanan. Turunlah hujan yang sangat lebat dan ACR mengungsi di salah satu rumah teman. Olahraga pun dibatalkan karena hujan, ACR pun menunggu hujan reda. Singkat cerita, saat ACR balik ke rumah, ACR mampir dulu ke Kawasaki untuk melihat lebih dekat motor ini. Lalu apa yang ACR lihat? Terlihat lecet-lecet di single seat motor ini dan bagian headlamp retak.! ACR pun meminta izin kepada security disana untuk mengambil gambar.
Ini penampakannya Ninja 250RR mono lagi sebelahan sama D-Tracker 150.

Image

Image

Lecet-lecet di single seat dan retak di headlamp.

ImageImage
Seperti yang telah ditulis-tulis di banyak blog, berita di duma. ternyata motor ini saat launching kemarin, ada yang test ride sampe jatuh, saking semangatnya. Selain cedera pada headlamp dan single seat, motor ini juga cedera pada footstep kiri yang patah. Aduuuh 😦 .

Melihat ke bagian dahsboard, motor ini ternyata memiliki dashboard yang unyu-unyu. Gimana enggak, ukurannya aja cuma segini :

Image

Beralih ke ride position, menurut ACR posisinya cukup nyaman, tidak terlalu racy. Rada-rada posisi vixion pake stang jepitlah. Tinggi jok dari tanah juga dirasa pas, bahkan untuk ACR sendiri yang tingginya 174cm bisa menapakkan kaki dengan sempurna, bahkan lebih 😀 . Sayang gak bisa test ride, padahal sudah dikasi ijin sama orang disana. Gimana bisa test ride, footstep kirinya patah, gak bisa ngoper gigi. Huhuhuuuu…

ACR lagi duduk diatas Ninja 250RR Mono.

2014-03-21 17.02.09

Sebuah motor sport 250cc yg cocok banget kalo dipake sehari-hari di perkotaan, selain bobot yang ringan dan posisi yang nyaman, Ninja Mono ini juga memiliki body yang ramping. Lebih ramping dibanding Ninja 150R 2tak. Kira2 seukuran Minerva 150VX deh. ACR pertama ngira ukurannya bongsor seukuran CBR150R, eh ternyata ramping banget. Jadi gampang buat selap-selip di perkotaan. Tapi ACR gak terlalu minat sama nih motor. Entah kenapa rasanya kalo 250cc 1 silinder itu “nanggung”. Kawasaki kan sudah punya 250cc 2 silinder (Ninja 250Fi). Kenapa buat 250cc 1 silinder? Kenapa gak 150cc aja?. Cuma Kawasaki yang tahu 😀 . Sekian dari ACR, maaf jikalau ada kesalahan kata.

Mengapa Z800 lebih MURAH dibandingan ZX6-R?

Masih ingat beberapa waktu lalu ketika Kawasaki Z800 hadir di Indonesia dan harganya dibandrol “hanya” 170Jutaan? Lah? 800cc 4 silinder kok cuma 180jt? 600cc 4 silinder aja 235jutaan. Spekulasi pun banyak muncul. Ada yang berpendapat itu harga Of the Road, dan ada juga yang berpendapat itu akan menghancurkan pasar ER6F dan ER6N, Dan juga menghancurkan perasaan owner ER6N/F yang udah dimodif abis-abisan. Hihihi.

Image

Oke balik ke topik utama, Z800 lebih murah daripada ZX6-R dikarenakan Z800 memiliki spesifikasi yang lebih rendah dibandingkan ZX6R. Volume silinder boleh lebih besar, namun spesifikasi lainnya seperti : Kompresi, ECU, sistem injeksi dan lain sebagainya, ZX6-R jauh lebih unggul karena spesifikasi yang dianut ZX6-R itu spesifikasi motor supersport dan bahan yang digunakan pun menggonakan logam-logam mahal, sehingga ZX6-R lebih ringan, sedangkan Z800 memiliki spesifikasi menengah, sehingga tidak terlalu agressive.

Image

Kita buat perbandingan saja jika MISALKAN Pulsar 220 diadu dengan CBR150R. Menang mana? Pasti tau kan jawabannya. Seperti di Video di bawah ini, yaitu adalah review accelerasi dan top speed Z800 dengan ZX6-R. Terlihat ZX6-R memiliki dan akselerasi yang lebih tinggi dan tentunya top speed juga lebih tinggi.

Z800 hanya memiliki top speed 234km/jam Sedangkan ZX6-R memiiki top speed sekitar 280km/jam

Jadi jangan heran jika harga Z800 lebih murah dibandingkan ZX6-R. Temen-temen pilih mana ni? Z800 atau ZX6-R? Kalo ACR sih gak sampe kepikiran kesana, coz duitnya gak nyampeee.. hahaha.

Tips Memodifikasi Kawasaki Ninja 250R dan 250Fi Minimalis

Sahabat ACR, pastinya udah pada tahu kan Kawasaki Ninja 250R dan Ninja 250Fi yang sudah menggunakan Injeksi. Barangkali sahabat ACR memiliki salah satu atau bahkan kedua dari motor tersebut, namun masih bingung ingin memodifikasi tapi gak tau apa yang harus dimodif, namun dengan biaya sekecil-kecilnya. hehe.

Sekarang ACR akan berbagi tips memodifikasi Kawasaki Ninja 250R/Fi secara minimalis, ya namanya juga Ninja, pasti harus merogok kocek sedikit dalam, karena harga part modifikasi pasti lumayan mahal.

Pertama adalah knalpot freeflow, banyak knalpot yang beredar di pasaran, mulai yang paling murah hingga yang paling mahal, bahkan juga ada beredar yang palsu.! Aduuh, kalo sudah gini pasti bikin galau ya? Knalpot yang umum digunakan pada Ninja 250 adalah Yoshimura atau Akrapovic, namun masih banyak juga merek yang lainnya.

Kisaran untuk harga knalpot ini adalah 5jutaan untuk yang slip on dan 7jutaan untuk yang full system. Ini untuk yang original USA ya. Kualitas, suara dan ketahanan sudah pasti terjamin, namun jika ingin menekan pengeluaran, bisa juga menggunakan knalpot custom yang dibuat di dalam negeri, namun kualitas belum bisa terjamin. Knalpot custom untuk ninja berkisar antara 900rb-2juta tergantung merk, kerumitan dan bahan yang digunakan.

Kedua adalah undertail, undrtail adalah body bagian belakang bawah motor, memasang undertail akan membuat motor Sahabat ACR menjadi terlihat “nungging”, namun kelemahan dari undertail adalah ketika hujan air akan nyiprat ke pengendara di belakang, kan kasian tuh, hehe. Ada juga rider 4L@Y yang memasang undertail tanpa menggunakan plat nomor belakang. prilaku sangat tidak disarankan.

Lihat gambar diatas, seperti itulah wujud undertail. Kisaran harganya antara 200rb hingga 500rb tergantung bahan dan model. Disarankan untuk tetap menggunakan lampu sein (biasanya lampu dari paket undertail langsung berisi sein) dan plat nomor belakang.

Ketiga adalah V-grill, yaitu adalah pelindung bawah fairing untuk meminimalisir kotoran yang masuk ke bagian bawah fairing.

Seperti gambar di diatas, v-grill dapat melindungi leher knalpot dan bagian bawah fairing dari kotoran yang terangkat oleh roda depan. Harganya mulai dari 70rb hingga 150rb.

Keempat adalah cover arm atau rear hugger cover, yang berfungsi untuk meminimalisir lumpur atau kotoran yang mengenai shockbreaker akibat terangkat oleh roda belakang, selain itu juga untuk mempercantik bagian kaki-kaki motor.

Terlihat seperti mengganti arm, namun sebenarnya hanya cover. Dengan harga 350rb, sahabat ACR sudah bisa memiliki cover arm. Tersedia dalam berbagai varian bentuk.

Kelima adalah sein tempel led, yaitu sein yang menempel pada bagian samping fairing. Membuat Ninja makin terlihat sexy, namun kekurangannya dari beberapa sudut, sein ini tidak terlihat oleh pengendara lain.

Sein tempel pada umumnya berbentuk segitiga, harganya tak lebih dari 100rb.

Sekian yang ACR sampaikan, dengan menggunakan part variasi seperti ACR sebut diatas, sudah bisa membuat Ninja 250 sahabat ACR menjadi lebih sangar dan keren. Jika sahabat ACR memiliki budget yang lebih, mungkin bisa menambah aksesori seperti velg lebar, upside down, handle grip, single seat lapu projektor, cutting stiker dan lain sebagainya. terimakasih ^^